
Dengan menghubungkan komputer ke dalam jaringan akan berpotensi mendatangkan ancaman berupa hackers, spies, kriminal dan kompetitor. Mereka secara terus menerus melakukan usaha pencurian dan/atau perusakan atas aset dan properti intelektual yang berupa informasi milik perusahaan / institusi.
Perusahaan / institusi tidak akan dapat menghindari ancaman tersebut. Yang dapat dilakukan hanyalah melindungi jaringan agar tidak dapat dengan mudah ditembus oleh lawan. Salah satu usaha untuk melindungi keamanan jaringan adalah dengan VPN atau Virtual Private Network.
Metode serangan yang biasa dilakukan
1) MAC address spoofing
Paket data yang ditransmisikan dalam jaringan selalu didahului oleh packet header. Packet header ini berisi source dan informasi tujuannya, agar paket tersebut dapat ditransmisikan dengan efisien. Hackers seringkali memanfaatkan informasi tersebut untuk melakukan spoof (mengambil) MAC address yang ada di dalam jaringan. Dengan MAC address hasil spoof ini, hackers dapat menangkap informasi yang sesungguhnya diperuntukkan untuk orang lain.
2) Data sniffing
Data sniffing adalah salah satu metode hackers untuk mendapatkan data dalam jaringan yang tidak diberi pengaman. Banyak tools yang dibuat untuk melakukan kegiatan ini yang memungkinkan seseorang dapat membuka data dengan sangat jelas.
3) Man in the middle attack
Sekali hackers sukses melakukan spoof dan snif maka hackers telah menjadi man in the middle attack. Dan data yang ditransmisikan menjadi tidak dapat dijamin keamanannya dan keotentikannya.
Metode serangan terhadap informasi akan terus berkembang, tanpa pengamanan yang memadai, data dan informasi akan menjadi sasaran serangan yang sangat mudah. VPN hanyalah salah satu cara pengamanan jaringan. Masih diperlukan cara dan tingkat pengamanan lainnya untuk membuat data benar-benar aman dan terjamin.
Contoh Software Hack

Sumber:
http://hadiwibowo.wordpress.com/2007/08/22/mengamankan-jaringan-secure-network/

